Deskripsi
Abu Kemenyan Terakhir
Penulis:
Riduan Situmorang
Buku puisi “Abu Kemenyan Terakhir” lahir dari pengalaman dan pergulatan hidup sang penyair. Sebagai anak petani tradisional, penyair risau dengan kehidupan sosial saat ini yang seolah menghapus semua masa lalu dan menghadirkan hal asing untuk menjadi tradisi baru. Penyair memandang masa lalu bukan sebagai artefak mati yang layak untuk ditinggalkan. Tradisi, pengetahuan, dan kearifan masa lampau sejatinya terus mewarnai kehidupan saat ini berdampingan dengan tradisi baru. Risau itu diungkapkan melalui larik-larik dalam kumpulan puisi ini.





Ulasan
Belum ada ulasan.