Gender dan Representasi

Kumpulan Esai
Gender dan Representasi

Editor: Lestari Manggong dan Witakania S.Som

Halaman: viii+147 hlm.
Ukuran: 14×21 cm
Sampul: Soft Cover
ISBN: 978-602-60302-6-9
Tahun Terbit: Agustus 2017

Kumpulan tulisan dalam buku ini menunjukkan bahwa persoalan gender dan representasi masih dapat banyak ditelaah dari berbagai kajian: dari kajian budaya pop hingga kajian naratif. Serangkaian tulisan yang tersaji dalam buku ini menawarkan perspektif yang beragam tentang masalah-masalah yang bukan hanya khas perempuan, tapi juga laki-laki. Buku ini menggarisbawahi gagasan bahwa urusan gender dan seksualitas bukan lagi sesederhana dikotomi fungsi dan peran sosial laki-laki dan perempuan. Citra maskulinitas dan penyajian femininitas juga banyak dipermasalahkan di sini, dan kompleksitas permasalahannya pun bervariasi.

Dalam pembahasan tentang cara citra maskulinitas ayah dikonstruksi dalam variety show Appa Odiga misalnya, tampak bahwa sosok ayah tidak hanya menyentuh ranah publik, tetapi juga ranah privat yang kerap ditempelkan pada sosok ibu. Tubuh dan kuasa serta gender normativitas merupakan topik-topik utama dalam pembahasan “real men” dan “cutie” dalam aktivitas yang dilakukan oleh anggota boyband Korea Selatan dalam promosi album atau singlemereka. Orientasi seksual tokoh utama dalam manga Jepang disajikan ambigu di tengah penggambaran kehidupan seksual tokoh-tokoh homoseksual. Masalah seksualitas, dalam hal ini seksualitas perempuan, juga dikupas dalam pembahasan tentang iklan produk pembersih genitalia perempuan untuk memahami bagaimana seksualitas perempuan ditampilkan dalam iklan dan bagaimana gagasan mengenai seksualitas perempuan tersebut berelasi dengan gagasan kecantikan ideal. Secara lebih faktual, tulisan tentang perempuan Tionghoa di Medan menjabarkan posisi ordinat laki-laki dan posisi subordinat perempuan, sebagai akibat dari pelaksanaan tradisi dan budaya Tionghoa yang bersumber dari ajaran Konfusianisme dan Taoisme.

Pemerhati budaya hijab akan melirik tulisan yang juga tersedia dalam kumpulan ini, yang mengemukakan argumen bahwa komodifikasi khimar adalah bukti bahwa industri yang strategis memanfaatkan peluang dan selera pasar, mampu memunculkan eksistensi budaya populer yang menihilkan batas-batas nilai sebagai acuan. Isu diskriminasi terhadap perempuan lugas dibahas dalam ketidakadilan gender dalam roman Effi Briest. Satu lagi kajian naratif yang penting untuk dilihat adalah masalah femininitas dalam cerpen yang tokoh utama perempuannya memiliki cara lain untuk bisa tampil seolah memenuhi perannya secara sosial dengan utuh. Ada pula dalam kumpulan tulisan ini, novel yang dikaji tataran penceritaannya, dengan fokus pada cara bercerita yang tidak linier dan terfragmentasi sebagai sebuah perwujudan dari bentuk tulisan feminin. Satu lagi novel yang dibahas berfokus pada perempuan Maroko yang dipandang tidak berperan dalam masyarakat, sehingga sebagai anggota masyarakat, identitas femininnya menjadi tidak dikenal. Dalam lingkup lokal, satu cerita nusantara yang menjadi objek penelaahan pada salah satu tulisan dalam kumpulan ini memberi perhatian khusus pada relasi gender dan struktur naratif dalam dongeng atau cerita rakyat.

Secara keseluruhan, warna-warni topik bahasan dalam buku ini berkontribusi penting terhadap persepsi kritis tentang evolusi perkembangan budaya dan dampak yang ditimbulkannya. Pada akhirnya, buku ini mewadahi pembahasan yang lebih beragam tentang gender dan representasi, dan buku ini diproyeksikan dapat menjadi pijakan untuk penelahaan lanjutan untuk banyak fenomena lain di masa mendatang.

Editor:

Witakania S.Som
Lestari Manggong

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.