Deskripsi
Mangarontas:
Dulu Diidamkan, Sekarang Didiamkan
Penulis:
Riduan Situmorang
Dari buku Mangarontas: Dulu Diidamkan, Sekarang Didiamkan ini kita akan menemukan bahwa kemenyan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hasil hutan atau komoditas ekonomi. Dalam pandangan masyarakat di masa lalu, kemenyan memiliki nilai simbolik dan etika perlakuan yang khas. Tak bisa sembarang disentuh. Ia tak boleh ditebang, harus dibujuk dan dipuja terlebih dahulu sebelum bisa dipanen. Ia pun tak boleh dilukai terlalu dalam. Ini mencerminkan cara pandang yang sarat penghormatan terhadap alam. Relasi ini menunjukkan adanya kearifan lokal yang menempatkan manusia bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai mitra alam.
Dalam lintasan sejarah Sumatra, kemenyan memiliki posisi yang sangat penting. Sejak berabad-abad lalu, kemenyan telah menjadi bagian dari jaringan perdagangan yang menghubungkan wilayah pedalaman Sumatra dengan dunia luar, baik untuk kepentingan ritual keagamaan, pengobatan, maupun kebutuhan istana dan masyarakat global. Bahkan kabarnya, kemenyan Sumatra dijadikan sebagai persembahan kelahiran Yesus oleh tiga orang Majus dalam bibel. Meski keyakinan ini perlu dibuktkan, tetapi ini memposisikan peran kemenyan dalam perjalanan sejarah perjumpaan budaya dan peradaban.





Ulasan
Belum ada ulasan.