Mengukir Kerinduan Lewat Puisi

Kumpulan Puisi
Tentang Pagi

Penulis:
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP Universitas Prima Indonesia

Halaman: xiv+79 hlm.
Ukuran: 13.5×20 cm
Sampul: Soft Cover
ISBN: 978-602-51844-4-4
Tahun Terbit: Mei 2018

Puisi sejatinya lahir dari hati nurani masing-masing penulisnya. Ide sebuah puisi berasal dari mana saja, seperti lingkungan sekitar maupun alam semesta serta segala komponen yang ada di dalamnya. Setiap orang diberi kebebasan menyuarakan apa yang ia rasakan. Puisi sebagai sarana untuk mengkreasikan kata-kata melalui bahasa.

Shelley mengemukakan bahwa puisi merupakan adalah rekaman detik-detik paling indah dalam hidup kita. Misalnya peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat, seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian dari orang-orang yang sangat dicintai. Semua itu merupakan detik-detik paling indah untuk direkam. Puisi merupa berbagai macam rasa dan situasi, tergantung bagaimana si penulis mengutarakannya.

Antologi Puisi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Prima Indonesia ini sedikit banyak menyuarakan kerinduan, cinta, luka, dan rasa kecewa yang digambarkan melalui puisi. Mereka begitu asyik mengukir kerinduan dari segala situasi. Penulis merekam setiap rasa yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Selain itu mereka juga mengangkat tema-tema sosial, percintaan, baik terhadap sang Maha Pencipta, orang tua, sanak saudara, sahabat serta kekasih. Antologi puisi “Tentang Pagi” menjadi salah satu langkah awal untuk tetap berproses agar puisi yang dihasilkan juga mengalami peningkatan termasuk penggunaan diksi, rima, irama, majas, atau tuntutan lain dalam penulisan/ penciptaan puisi.

Berikut salah satu puisi yang yang mengambarkan kerinduan secara gamblang oleh Desi Oktarina. //Angin sampaikan kepadanya aku rindu/ aku sangat merindukannya/ angin bisikan kepadanya/ hadirkan dia di dalam mimpiku/ agar tuntas segala kerinduan/ Tuhan kembalikanlah dia kepadaku/ aku ingin dia di sampingku/ Tuhan kembalikan kenangan indah/ yang pernah kami lalui bersama/ sebab hanya dia yang membuat aku bahagia// (Rindu, Desy Oktarina Br Siahaan). Puisi ini mengusung kerinduan kepada seseorang. Ada sebuah harapan dan keinginan yang tersimpan di dalam puisi Desi. Desy juga begitu lugas menyampaikan perasaannya yang cenderung memaksa, agar keadaan sesuai dengan keinginannya. 

Kerinduan terhadap orang tua menjadi tema yang paling banyak di tuliskan oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Prima Indonesia. Hampir semua mahasiswa menuliskan tentang ibu dan ayah di dalam puisi mereka. Semua itu tidak lain sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap orang tua, menyampaikan rasa sayang yang mendalam.

Herbin Marini Sitorus, menulis puisi tentang ibu. Puisi ini juga mewakili perasaan mahasiswa lainnya, yang sama-sama menceritakan tentang ibu, melukiskan kerinduan terhadap ibu, tentang cinta namun tidak terungkap kepada ibu.

IBUKU

Bagiku hangat pelukanmu
bagiku nyaman belaian tanganmu
engkau penenang dikala hati terluka
engkau penyejuk di kala berat hidup

Ibu,,,,
tahukah engkau
di tempat yang jauh ini aku merindukanmu
aku memerlukan ibu
aku perlu seorang teman

Ibu,,,
tahukah engkau
di sini aku kesepian
aku kehilangan arah tanpahmu
tapi aku hanya bisa terdiam
aku selalu berdoa pada Tuhan
agar menjaga senyummu yang indah
memastikan tak setetes air mata terjatuh
sampai aku kembali datang padamu

Ibu adalah sumber segala cinta di dunia, begitulah puisi berjudul “Ibu” digambarkan Herbin. Tiada habisnya mengungkapkan perihal cinta dan kasih sayang ibu. Sebaik-baik teman pasti selalu ibu. Herbin mengungkapkan kesunyian yang dirasakan seorang anak setelah di perantauan. Puisi ini bercerita tentang seorang anak merindukan ibunya. Ibu sebagai penuntun jalan yang baik bagi anak-anaknya.

Buku Antologi puisi “Tentang Pagi”  karya Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Prima menarik untuk dilirik karena mengulik beragam tema, tidak melulu persoalan cinta yang itu-itu saja. Buku ini juga mengusung beranekaragam bentuk kerinduan terutama terhadap orang tua. Semoga dengan kehadiran buku ini tidak mengendorkan semangat Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Prima Indonesia untuk tetap berproses dan berkarya secara luas hingga menghasilkan buah karya yang fantastis. Semangat berproses. Buat pembaca, selamat menyelami kerinduan yang dihadirkan dalam antologi puisi “Tentang Pagi”. 

Salam.

Dian Syahfitri, S.S., M.Hum.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Prima Indonesia

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.