Pendidikan Karakter Berbasis Peduli Lingkungan bagi Siswa MI/SD sebagai Salah Satu Upaya dalam Mengatasi Krisis Sampah Plastik

Oleh: Syafaruddin

(Community Developer and Education Manager of Samara Lombok)

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam praktiknya, pendidikan memerlukan sekolah sebagai sarana tempat berlangsungnya proses pendidikan tersebut. Sekolah sebagai sarana pendidikan harus mampu menghadirkan lingkungan yang baik bagi peserta didik. Lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan yang terjaga kebersihannya, terpenuhi akses sanitasi, terdapat taman dan area terbuka hijau serta terdapat sarana olahraga. Lingkungan yang tertata dengan baik diharapkan akan menjadi sarana dalam membentuk karakter peserta didiknya.

Pembentukan karakter bagi peserta didik bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang sehingga menjadi pribadi yang memiliki nilai moral yang tinggi, toleransi, berperilaku baik, dan berakhlak mulia sehingga menghasilkan lulusan yang cerdas, berkeilmuan tinggi, rendah hati, dan peduli lingkungan. Dalam praktiknya, pendidikan karakter harus melibatkan semua komponen pendidikan yaitu keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Dalam pendidikan karakter mempercayai adanya keberadaan moral absolute yaitu moral yang perlu diajarkan kepada generasi muda agar mereka paham yang baik dan benar. Pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang mana yang benar dan mana yang salah, mampu merasakan (dominan afektif) nilai yang baik dan bisa melakukannya (domain perilaku). (Aqib,2012: 90).

Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan kebiasaan (habit) yang terus menerus dipraktikan atau dilakukan, dalam arti pendidikan karakter diharapkan dapat menyentuh ketiga domain (kognitif, afektif, dan psikomotorik) siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mau dan mampu melaksanakan apa yang mereka ketahui kebenarannya. Melalui pendidikan, pembangunan karakter dilakukan dalam konteks makro dan mikro. Dalam konteks makro, penyelenggaraan pendidikan karakter mencakup keseluruhan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan (implementasi) dan pengendalian mutu, yang melibatkan seluruh unit utama dilingkungan pemangku kepentingan pendidikan nasional. Sedangkan dalam konteks mikro merupakan penyelenggaraan pendidikan karakter pada tingkat sekolah (Sulistyowati, 2012: 11).

Penyelenggaraan pendidikan pada konteks mikro berfokus kepada implementasi pendidikan karakter disekolah. Pendidikan menjadi garda depan dalam upaya pembentukan karakter manusia Indonesia yang sesungguhnya dan sekolah merupakan sektor utama yang secara optimal memanfaatkan dan memberdayakan semua lingkungan belajar yang ada untuk menginisiasi, memperbaiki, menguatkan, dan menyempurnakan secara terus menerus melalui proses pendidikan karakter di sekolah. Dalam pengaplikasian pendidikan karakter disekolah, diperlukan lingkungan sekolah yang sehat.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat di antaranya:

  1. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mencanangkan program sekolah hijau (green school). Program penghijauan sekolah, selain membuat sekolah menjadi rindang, juga bisa memberi kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar.
  2. Melaksanakan tata tertib sekolah dan tetap menjaga kebersihan dan keseimbangan lingkungan sekolah.
  3. Menanamkan sikap peduli lingkungan terhadap siswa dengan mencanangkan berbagai program yang bisa menyadarakan siswa betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.
  4. Melakukan pengawasan yang ketat dan penegakkan peraturan sekolah yang tegas agar para warga sekolah mau dan secara sadar bersedia untuk melaksanakan ketertiban dan peraturan sekolah.
  5. Mencanangkan kegiatan cinta lingkungan atau kegiatan kebersihan sekolah.
  6. Jika memungkinkan, sekolah sebaiknya memanfaatkan hari libur nasional untuk melakukan kegiatan positif, seperti kerja bakti membersihkan sekolah atau mencanangkan kegiatan peduli lingkungan (Waskitoningtyas et al., 2018).

Di dalam kelas guru harus selalu mengingatkan siswanya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, lalu siswa membawa bekal makanan sendiri dari rumah, hal tersebut dapat meningkatkan kesehatannya dan mencegah penyakit karena siswa tidak membeli makanan sembarangan. Selain itu, siswa membuat tempat sampah sendiri di kelas dan diletakkan di meja kelasnya untuk membuang sampah, hal tersebut sudah berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat (Makhsyari et al., 2018).

Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan bagi Siswa MI/SD

Bagi siswa Sekolah Dasar pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan siswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji, dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari (Lingkungan et al., n.d.).

Strategi pembentukan karakter peduli lingkungan melalui budaya sekolah dapat dilakukan seperti:

  1. Kegiatan yang dilakukan secara rutin dalam rangka membentuk karakter peduli lingkungan pada diri siswa dapat dilakukan melalui kegiatan rutin harian, mingguan, dan sewaktu-waktu. Kegiatan rutin harian seperti piket kelas yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan rutin mingguan seperti Jum’at bersih, kegiatan Jum’at bersih dilakukan setiap hari Jum’at. Dan kegiatan rutin sewaktu-waktu seperti peringatan hari-hari lingkungan hidup yang waktu dan pelaksanaannya menyesuaikandengan tanggal peringatan hari lingkungan hidup tersebut.
  2. Keteladanan dari kepala sekolah dan guru menjadi suatu strategi yang harus dilakukan dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi para siswa.
  3. Ajakan/motivasi dari kepala sekolah dan guru kepada para siswa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan dapat pula berupa peringatan/teguran ketika ada siswa yang belum mencerminkan perilaku peduli terhadap lingkungan.
  4. Sekolah menyediakan sarana prasarana seperti penyediaan tempat sampah yang terpilah menjadi tiga jenis sampah (daun, kertas, dan plastik), tersedianya tempat cuci tangan yang berada di tiap kelas, penyediaan toilet yang sebanding degan jumlah siswa serta tersedianya air bersih yang cukup, dan juga tersedianya sloganslogan yang berisikan ajakan cinta dan peduli terhadap lingkungan dan diletakkan di sekitar lingkungan sekolah (Al-anwari, n.d.).

Berikut ini adalah empat jenis pendidikan karakter menurut Asmani, J. M (2012: 80):

  1. Pendidikan karakter berbasis nilai religious, merupakan kebenaran wahyu Tuhan (konservasi moral).
  2. Pendidikan karakter berbasis nilai budaya, yaitu yang berupa budi pekerti, pancasila, apresiasi sastra, serta keteladanan tokohtokoh sejarah dan para pemimpin bangsa (konservasi lingkungan).
  3. Pendidikan karakter berbasis lingkungan (konservasi lingkungan).
  4. Pendidikan karakter berbasis kompetensi diri, yaitu sikap pribadi, hasil proses pemberdayaan potensi diri yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (Harianti, 2017).

Pada penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan yang dilakukan oleh sekolah harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pada sekolah dasar perkembangan peserta didik dibagi menjadi 2 yaitu kelas rendah yang mencakup kelas 1-3 dan kelas tinggi yang mencakup kelas 4-6 yang memiliki karakteristik yang berbeda.

Bagi peserta didik kelas rendah yaitu kelas 1-3, terdapat beberapa indikator yang harus dicapai dalam penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan (Daryanto dan Darmiatun, S, 2013: 150) antara lain:

  1. Buang air besar dan kecil di WC
  2. Membuang sampah di tempatnya
  3. Membersihkan halaman sekolah
  4. Tidak memetik bunga di taman sekolah
  5. Tidak menginjak rumput di taman sekolah
  6. Menjaga kebersihan rumah

Sedangkan bagi peserta didik kelas tinggi yaitu kelas 4-6 indikator yang harus dicapai dalam penanaman pembentukan karakter peduli lingkungan diantaranya:

  1. Membersihkan WC
  2. Membersihkan tempat sampah
  3. Membersihkan lingkungan sekolah
  4. Memperindah kelas dan sekolah dengan tanaman
  5. Ikut memelihara taman di halaman sekolah
  6. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan (Harianti, 2017).

Dalam membentuk karakter siswa yang lebih kuat menjadi sangat urgen pada proses penerapan pendidikan karakter dalam kultur sekolah. Proses tersebut menjadi lebih efektif apabila terimplementasi pada diri siswa sejak usia dini. Demikian juga pada sekolah-sekolah dasar sangat dibutuhkan sebagai fondasi karakter pada siswa dimasa yang akan datang. Hal ini pula sangat mendukung tujuan dari pendidikan di sekolah dasar dalam meletakkan dasar-dasar kecerdasan baik intelektual, sosial, emosional, maupun spiritual untuk mempersiapkan siswa agar mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih lanjut.

Dalam pembentukan karakter siswa, peduli lingkungan dapat dilakukan setiap hari yaitu ketika siswa membuang sampah pada tempatnya, membeli makanan di kantin dengan membawa tempat makan dan tempat minum pribadi, kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa yang mematikan mesin kendaraan ketika masuk ke lingkungan sekolah, dan lain sebagainya. Selain itu, siswa dan guru juga dapat merencanakan secara bersama-sama kegiatan apa yang akan dilakukan di hari[1]hari berikutnya, seperti menimbun halaman yang tergenang air, dan membuat taman mini di depan kelas dengan menyusun beberapa pot bunga. Ada banyak kegiatan yang dapat membentuk karakter siswa akan peduli lingkungan seperti mengumpulkan sampah organik dari beberapa kelas kemudian dijadikan pupuk kompos yang dapat digunakan untuk memupuk, dan siswa juga dapat memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot yang berisi bibit tumbuhan, setelah mulai tumbuh kemudian memindahkan bibit tanaman tersebut ke dalam pot yang lebih besar serta menyirami tanaman di depan kelas. Di samping itu, dapat melatih kerjasama siswa ketika suatu pekerjaan membutuhkan kerjasama antar siswa bahkan antar siswa dan guru.

Karakter peduli lingkungan perlu dibangun dalam diri anak. Karakter ini seperti peduli lingkungan sosial dan peduli lingkungan alam. Yang dimaksud dengan karakter peduli lingkungan sosial yaitu sikap dan tindakan yang menunjukkan upaya untuk memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi yang membutuhkan. Sikap ini menunjukkan kepekaan terhadap kondisi di sekitar. Sedangkan karakter peduli lingkungan alam yaitu sikap yang ditunjukkan dengan perbuatan menjaga lingkungan alam di sekitarnya. Sikap ini ditunjukkan dengan adanya tindakan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi. Karakter ini juga dapat membuat kelangsungan alam terjaga. Kedua karakter peduli lingkungan ini perlu dibangun dalam diri anak-anak agar dapat memiliki sikap yang peka terhadap lingkungan baik sosial maupun alam.

Selain itu, dapat juga diadakan Program Green And Clean yaitu sebagai upaya penanaman karakter peduli lingkungan. Program Green And Clean ini dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar dengan tujuan siswa dapat belajar mencintai lingkungannya denga praktek secara langsung. Program Green And Clean dapat dilakukan sebelum jam belajar mengajar dimulai agar dapat menciptakan karakter peduli lingkungan kepada para siswa. Program Green And Clean bukan hanya mengajarkan siswa untuk mencintai dan menjaga lingkungan sekitarnya, tetapi juga mengajak siswa untuk praktek dan terjun secara langsung sehingga siswa dapat mengetahui bagaimana cara menjaga dan mencintai lingkungan sekitarnya. Program Green And Clean sangat berperan penting dalam memberikan pendidikan karakter peduli lingkungan pada siswa. Karena dalam program ini siswa diajarkan untuk mencintai lingkungannya, dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak taman, menjaga lingkungan tetap bersih, dan lain sebagainya. Dengan melalui program ini dapat menciptakan lingkungan sekolah menjadi hijau untuk menjaga kesehatan fisik mental dan juga kecerdasan otak siswa. Selain untuk mengurangi global warming, masih banyak efek baik dari lingkungan sekolah yang hijau terutama bagi siswa, jika mereka belajar di tempat-tempat yang hijau pasti akan menjadi nyaman dan mempengaruhi perkembangan otak dalam belajar.

Tujuan dari Program Green And Clean di antaranya yaitu:

  1. Membantu dalam upaya pelestarian lingkungan sekolah dengan melakukan kegiatan penghijauan, pemeliharaan, dan perawatan lingkungan sekolah yang tertata dan bersih.
  2. Menarik perhatian siswa dalam kepedulian lingkungan sekolah.
  3. Meningkatkan kepekaan dan motivasi terhadap siswa akan pentingnya berpartisipasi dalam penghijauan dan kebersihan lingkungan sekolah.
  4. Mengembangkan semangat kerelawanan di kalangan siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan ini (Liyun et al., 2017)

Kesimpulan

Sikap peduli terhadap lingkungan merupakan sikap yang harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yaitu melalui pembentukan karakter yang dimulai sejak usia dini. Pembentukan karakter ini dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berwawasan lingkungan hidup. Dengan adanya pembelajaran sikap peduli lingkungan, diharapkan dapat menyadarkan siswa agar memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan di sekitarnya.

Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan kebiasaan (habit) yang terus menerus dipraktikan atau dilakukan, dalam arti pendidikan karakter diharapkan dapat menyentuh ketiga domain (kognitif, afektif, dan psikomotorik) siswa sehingga siswa tidak hanya sekadar tahu akan tetapi juga ingin dan mampu melaksanakan apa yang mereka ketahui kebenarannya. Pendidikan karakter untuk siswa SD bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Dengan adanya pendidikan karakter di sekolah, siswa diharapkan dapat secara mandiri untuk meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, serta menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud ke dalam perilaku sehari-hari.

Sangat penting untuk menjaga kebersihan karena tidak hanya berdampak terhadap manusia, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan dan makhluk hidup yang lainnya. Dengan tidak pedulinya seseorang terhadap lingkungan, dapat menimbulkan permasalahan yang sering terjadi terhadap kelestarian lahan hijau yang banyak digunakan untuk membangun pemukiman sehingga menyebabkan mudahnya terjadi banjir karena tidak adanya resapan air ketika hujan turun. Menjaga kebersihan sama saja dengan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga jauh dari sarang penyakit dan tidak mudah terkena penyakit. Banyak cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, selalu membersihkan kelas setiap hari, memisahkan sampah kering dan sampah basah, mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi kerajinan, dan lain sebagainya. Lingkungan sekolah yang bersih menjadikan hidup lebih sehat, udara terasa sejuk, belajar menjadi nyaman, serta kelas menjadi bersih dan terhindar dari penyakit. Untuk kebersihan lingkungan sekolah, pengetahuan tentang lingkungan perlu diberikan kepada siswa sejak dini agar dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya lingkungan bagi manusia sehingga dapat menghasilkan warga Negara yang mempunyai perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya dan menumbuhkan rasa kesadaran lingkungan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.