Aksara Lampau 2

Antologi Teks Cerita Sejarah
Aksara Lampau (2)

Penulis:
Siswa MAN 1 Medan
Kelas XII IIS 3 dan XII IIK

Editor:
Hasmita Maya, M.Pd.

Halaman: vi+204 hlm.
Ukuran: 14×21 cm
Sampul: Soft Cover
ISBN: 978-602-5951-06-0
Tahun Terbit: Desember 2018

Semakin rinci seseorang mampu menunaikan tapak tilas terhadap isi perut memori masa lampau, maka semakin besar peluangnya diseru cendekia. Kerincian yang dimaksud tidak hanya meliputi ‘jalan raya’ memorinya, melainkan juga sampai pada ‘gang-gang’ sempit. Tidak ada keraguan kalau buku Aksara Lampau; Antologi Teks Cerita Sejarah ini membentangkan kesempatan bagi para siswa bahkan guru-guru MAN 1 Medan untuk menguji sejauh mana daya tahan tapak tilas mereka terkait beragam hal dan tema, untuk selanjutnya diceritakan kembali ke sebentuk teks. Pada tahap inilah keterampilan lain dibutuhkan, yaitu  keterampilan menata ‘abjad-abjad’ penceritaan, sehingga konsep cerita teks yang melulu sesuai urutan abjad (a sampai z) tidak selalu lebih baik. Kecendekiaan peristiwa tapak tilas para penulis dalam buku ini perlu ditambah dengan keberanian untuk tidak semata memulai teks lewat perkenalan diri, misalnya. Paling tidak, keberanian itu akan membantu teks-teks sejarah dalam buku ini menyodorkan cara tutur ‘jalan-jalan’ yang lebih dinamis, kaya alur, dan cekatan merekatkan lompatan-lompatan pikiran. Bukankah untuk menghadapi masa depan yang serba cepat berubah ini, kita harus makin mawas keterampilan, termasuk keterampilan menjadi individu yang super dinamis, khususnya lagi melalui karya-karya dalam buku ini. Jempol untuk guru-guru dan siswa MAN 1 Medan!
Hasan Al Banna – Penulis fiksi dan nonfiksi, pengkaji bahasa di Balai Bahasa Sumatra Utara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sungguh menarik dan luar biasa Antologi Teks Cerita Sejarah para siswa dan guru-guru MAN 1 Medan. Saat membacanya, saya dapat ikut merasakan alur cerita yang dirangkai dalam bahasa sehari-hari, ciri khas bahasa remaja anak Medan. Ternyata para siswa kelas XII MAN 1 Medan telah mampu mengaplikasikan materi Teks Cerita Sejarah yang dipelajarinya, tentunya ini juga berkat arahan para guru-guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Harapan saya, di tahun-tahun berikutnya para siswa MAN 1 Medan lebih banyak lagi menulis dan menerbitkan hasil karya tulisnya.
Maisaroh, S.Pd. M.Si – Kepala Sekolah MAN 1 Medan

Cerita-cerita dalam buku ini merefleksikan pengalaman siswa dalam berbagai peristiwa. Mulai dari hal-hal yang membuat gembira, sedih, hingga jenaka. Cerita-cerita tersebut ditulis dengan bahasa yang sederhana, sesuai dengan usia dan kelokalan mereka. Menarik untuk memperkaya khazanah literasi siswa di Indonesia.
Sartika Sari – Penyair, Esais

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.