Cerita dari Lapak Buku episode 6
Oleh: Alda Muhsi

Sejak pertemuan pertama dengan sosok ini, saya selalu ingat pesannya: reputasi itu penting dalam membangun bisnis. Reputasi berkaitain erat dengan relasi. Pertemuan itu terjadi sekitar tahun 2014, ketika saya masih menyandang status mahasiswa, dan saya masih ingat sampai sekarang. Bisa jadi itu jualah yang membawa saya kini sibuk bergelut dengan usaha penerbitan dan lapak buku. Dialah Palacheta Subianto.
Lebih dari 10 tahun kemudian, kami bertemu lagi tanpa sengaja dalam acara yang saya dan teman-teman Ngobrol Buku taja. Ngobrol Buku Jenis-genius Hujan – Buku Puisi Hasan Al Banna di Kopitam komplek Tasbih pada Minggu, 26 Januari 2024. Saya tidak menyangka kami bisa bertemu di sana. Ketika saya ajak untuk turut bergabung, beliau mengatakan sudah ada janji bertemu orang di kafe itu juga. Menariknya adalah ketika beliau melihat meja yang dipenuhi buku-buku yang saya pajang, Bang Cheta (sapaan akrabnya) langsung menghampiri. Ia pun masuk melalui pintu kaca yang membatasi.
Sebagai pelapak yang berusaha melayani konsumen saya menawarkan beberapa buku yang saya anggap relevan untuk dibaca Bang Cheta. Pertama Animal Farm – George Orwell. Tentu sangat penting bagi politisi membaca novel itu. Dan betapa terkejutnya saya saat beliau mengatakan sudah membacanya, dan novel alegori politik itu jadi bacaan wajib semasa beliau SMA di Singapura. “Ini ada babi, anjing, dan lain-lainnya kan?” sebut beliau membuat saya semakin yakin bahwa memang novel itu telah khatam dibaca.
Oke berlanjut tawaran kedua, yakni Human Act – Han Kang. Saya utarakan bahwa penulis Korea Selatan itu baru saja mendapat penghargaan Nobel Sastra 2024. Lagi-lagi Bang Cheta tersenyum, “Saya tau ini, soal perang Korea kan?”
Wah wah wah! Saya hanya bisa geleng-geleng kepala. Akhirnya setelah mengambil lima buku pilihannya sendiri, saya tawarkan satu buku lagi yang saya yakin belum pernah dibaca Bang Cheta: tentu saja Jenis-genius Hujan – Buku Puisi Hasan Al Banna yang akan kami bicarakan itu. Bang Cheta setuju dengan permintaan buku ditandatangani langsung oleh penulisnya. Setelah itu kami foto bersama.

Pertemuan itu membuat pengalaman saya bertambah luas. Ketika saya tarik lagi soal kata kunci: reputasi, yang pernah diucapkan Bang Cheta saat pertama kami berjumpa, memang benarlah beliau sedang membangun reputasi di atas banyak stigma negatif tentang anggota DPRD.