Harimau! Harimau! Sebuah Ulasan

Oleh: Haris Hudzaifah

Foto Koleksi @kedebukuobelia

Indonesia memiliki banyak karya sastra yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga. Salah satu karya sastra yang terkenal adalah novel Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis. Novel ini termasuk novel jadul, pertama kali diterbitkan pada tahun 1975 dan hingga saat ini masih menjadi salah satu bacaan bagi beberapa penikmat buku novel. Melalui cerita yang menegangkan tentang sekelompok pencari damar yang berhadapan dengan seekor harimau di tengah hutan Sumatra, novel ini mengajak pembaca untuk memahami sifat manusia ketika menghadapi rasa takut, bahaya, dan tekanan hidup.

Cerita tertuju pada tujuh tokoh pencari damar yang melakukan perjalanan ke dalam hutan Sumatra. Mereka adalah Buyung, Wak Katok, Pak Haji, Pak Balam, Sanip, Sutan, dan Talib. Pada awalnya perjalanan mereka berjalan dengan baik. Namun, keadaan berubah ketika seekor harimau mulai memburu dan menyerang anggota rombongan satu per satu. Kehadiran sang harimau dalam perjalanan mereka membuat mereka menjadi kacau balau, mereka kehilangan banyak anggota dan bahkan kehilangan arti kejujuran.

Dan dalam keadaan yang sulit dan terjepit ini, terbongkarlah rahasia yang selama ini disembunyikan oleh mereka, karena adanya pernyataan oleh pak Balam –yang saat itu diserang pertama oleh harimau– bahwa harimau itu dikirim tuhan untuk mereka agar mereka mengakui dosa dosa mereka. Pak Balam mulai membongkar rahasia kelam wak Katok yang selama ini ditutup dengan rapat oleh wak Katok. Wak Katok yang selama ini dihormati, disegani, dan dituakan  di kampung ternyata memiliki rahasia yang begitu kelam. Setelah pak Balam mengungkapkan sisi gelap wak Katok, barulah wak Katok mulai gelisah dan mengambil langkah langkah yang berujung fatal.

Seiring berjalannya cerita, pembaca diajak mengikuti perjuangan para tokoh untuk bertahan hidup sekaligus menghadapi kenyataan tentang diri mereka sendiri. Alur cerita yang menegangkan membuat pembaca penasaran hingga akhir cerita.

Singkat cerita, di dalam perjalanan mereka kehilangan anggota kelompok satu per satu, totalnya mereka kehilangan empat anggota dari tujuh anggota. Yang tersisa hanyalah Buyung, Wak Katok, serta Sanip.

Tema utama dalam novel ini adalah rasa takut, moralitas, dan pertanggungjawaban atas perbuatan manusia. Harimau dalam cerita dapat dipahami sebagai simbol ketakutan yang selalu menghantui manusia. Ketika berada dalam situasi yang sangat sulit, para tokoh tidak hanya berjuang melawan bahaya fisik, tetapi juga melawan rasa bersalah yang ada dalam diri mereka. Novel ini mengajarkan bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Kesalahan yang disembunyikan pada akhirnya akan muncul dan harus dipertanggungjawabkan. Selain itu, novel ini juga menunjukkan pentingnya kejujuran, keberanian, dan keimanan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Secara keseluruhan, Harimau! Harimau! karya Mochtar Lubis adalah novel yang menarik dan penuh makna. Selain menyajikan cerita yang menegangkan, novel ini juga mengajarkan pentingnya kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab atas setiap perbuatan. Oleh karena itu, novel ini layak dibaca karena memberikan hiburan sekaligus pelajaran hidup yang berharga.

“Bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri”
-Wak Haji-

Haris Hudzaifah. Lahir di Pematangsiantar, 5 Februari 2013. Siswa SMP Azzakiyah Islamic Leadership ini menyenangi membaca sastra, fiksi & non-fiksi & menonton film. Temui Haris di Instagram: @h.ris5.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.